SPPT NGENDON DI PAMONG DESA

Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) kabupaten Blitar terus menggenjot desa dan kecamatan di Kabupaten Blitar, melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan . Pasalnya sampai saat ini pencapaian masih belum sesuai dengan target yang ditentukan. Hal ini terungkap saat Bapenda Kabupaten Blitar menggelar rapat rekapitulasi penerimaan PBB-P2 di Aula lantai II Kantor Bupati di Kanigoro pada tanggal 18 Mei 2017.

Sejatinya per 17 Mei 2017 penerimaan PBB-P2 harus mencapai 28%, tapi kenyataannya sampai saat ini penerimaan PBB-P2 baru mencapai 19,84 persen atau baru mencapai 5,6 M dari total target Rp. 28,5 M. Artinya penerimaan PBB-P2 pada triwulan pertama di bulan dua masih jauh dari target yang ditentukan, ungkap Kepala Bapenda Kabupaten Blitar Ismuni.

Meski demikian jika dibandingkan dengan penerimaan PBB-P2 tahun yang lalu di waktu yang sama, pencapaian tahun ini lebih tinggi. Sebab tahun lalu di waktu yang sama penerimaan PBB-P2 baru mencapai 17.40 persen. Dari Hasil rekapitulasi itu, dari 22 Kecamatan ada satu kecamatan yang sudah lunas PBB-P2 sebelum tanggal 17 mei 2017. Yakni kecamatan Panggungrejo dengan nominal penerimaan PBB-P2 mencapai Rp.681 juta atau sekitar 99,4%.

Sedangkan satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Bakung sanggup lunas PBB-P2 per 17 Mei 2017, sebelum 17 Mei 2017 penerimaan PBB-P2 . Kecamatan Bakung mencapai Rp. 270 juat atau sekitar 76,61 persen. Artinya setelah rapat Evaluasi PBB-P2 selesai sudah ada dua kecamatan yang sudah melunasi PBB-P2, jelasnya

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penerimaan PBB-P2 di pertengahan triwulan kedua ini belum mencapai target. Diantaranya masih banyak wajib pajak yang melunasi PBB-P2 mendekati jatuh tempo pembayaran yakni 29 September. Selain itu masih banyak Surat Pemberitahuan Pajak Terutang ( SPPT ) yang masih ngendon di pamong desa dan kantor kelurahan. Sehingga wajib pajak menunggu SPPT untuk melunasi PBB-P2. Banyak kendala yang dialami. Diantaranya SPPT yang belum sampai di tangan wajib pajak. Padahal SPPT sudah kami bagikan sejak Februari lalu, “ujarnya.

Meski demikian, pihaknya optimis penerimaan PBB-P2sesuai dengan target yang ditentukan.Sebab ada beberapa langkah yang akan dilakukan agar penerimaan PBB-P2 masuk sesuai target. Yakni akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya pembayaran PBB-P2 baik dengan mengumpulkan warga maupun lelang atau woro-woro. Intinya kami akan sosialisasikan bahwa pembayaran PBB-P2 sangat penting bagi kelangsungan pembangunan. Karena Pajak tersebut nantinya akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk program dan pembangunan,”jelasnya.