PENCAPAIAN PBB-P2 RENDAH
Bapenda Panggil Puluhan Kades,Lurah dan Camat
Puluhan Kepala Desa, Lurah dan Camat berkumpul diruang pertemuan lantai III Kantor Bupati Blitar di Kanigoro kemarin. Mereka mengikui rapat Evaluai PBB-P2 yang di gelar oleh Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda )Kabupaten Blitar. Tidak seperti biasanya, rapat evaluasi PBB-P2 kali ini mengundang kades/lurah dan camat yang pencapaian PBB-P2 masih rendah atau masih berada di bawah target. Pada kesempatan ini ada 58 kades dan lurah serta 18 Camat yang diundang.
Kepala Bapenda Kabupaten Blitar Drs. Ismuni ,mengatakan puluhan kades/lurah dan camat yang di undang itu adalah yang realisasinya di bawah 70%. Padahal seharusnya saat ini harus sudah mencapai diatas 85%karena sudah memasuki bulan Nopember atau sudah melewati dua bulan dari jatuh tempo. Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memastikan apakah kades, lurah dan camat sanggup melunasi PBB-P2 sebelum akhir tahun dan juga untuk mengetahui kendala yang dialami, terkait rendahnya pencapaian PBB-P2, ungkapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sebagian besar kades/lurah dan camat mengaku siap untuk melunasi PBB-P2, sebelum akhir tahun 2017. Sebab sejatinya wajib pajak sudah membayarkan uang PBB-P2 tapi sebagian besar masih ngendon di pamong blok atau petugas juru tagih ditingkat desa/kelurahan. Namun ada juga beberapa wajib pajak yang memang belum mambayarkan PBB-P2, tapi jumlahnya sedikit. Rata-rata sanggup melunasi PBB-P2 sebelum pergantian tahun, ada yang berjanji membayar minggu ini dan bulan depan. Berdasarkan data dari Bapenda Kabupaten Blitar, secara keseluruhan realisasi saat ini realisasi PBB-P2 baru mencapai 80,39% dari total target PBB-P2 Rp.28,1 miliar atau realisasi PBB-P2 baru mencapai Rp.22,6 miliar. Artinya pencapaian PBB-P2 sampai saat ini masih krang Rp.5,5 miliar.
Sampai sekarang hanya ada 6 Kecamatan yang pencapaian PBB-P2 masuk kategori efektif alias sudah melebihi target, yakni Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Bakung, Kecamatan Wonotirto,Kecamatan Udanawu, yang sudah mencapai 100%, Sedangkan Kecamatan Sutojayan sudah mencapai 95% dan Kecamatan Wates mencapai 91%.
Selain itu lima Kecamatan yang masuk kategori cukup efektif yakni, Kecamatan Doko, Kecamatan Wonodadi, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Srengat dan Kecamatan Kademangan. Sedangkan Kecamatan yang masuk kategori kurang efektif yakni Kecamatan Kanigoro, Kecamatan nglegok, Kecamatan Seorejo, Talun, Gandusari, Binangun, Wlingi, Ponggok, Sanankulon, Garum dan Selopuro. Ada sebelas kecamatan yang pencapaian PBB-P2 masuk kategori kurang efektif,yang artinya pencapainnya masih rendah.jelasnya,,.